Akhlak Mulia

Memurnikan Aqidah, Menebarkan Sunnah, Menghindari Bid’ah

Home > Uncategorized > Al-Jawwad Nama Allah

Al-Jawwad Nama Allah

(dituis okeh: Al-Ustadz Qomar Suaidi)
 
Di antara Al-Asma`ul Husna adalah Al-Jawwad (الْجَــوَّادُ) Yang Maha Dermawan. Nama Allah SWT ini tersebut dlm sebuah hadits dari Thalhah bin Ubaidillah z, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ اللهَ جَوَّادٌ يُحِبُّ الْجُوْدَ وَيُحِبُّ مَعَالِيَ اْلأَخْلاَقِ وَيَكْرَهُ سَفْسَافَهَا
“Sesungguhnya Allah itu Jawwad (Maha Dermawan) mencintai kedermawanan & mencintai akhlak yang luhur, serta membenci akhlak yang rendah.” (Shahih, HR. Al-Baihaqi dlm kitab Syu’abul Iman & Asy-Syasyi dlm Musnad-nya, 1/80, Abu Nu’aim dari Ibnu Abbas c dlm Hilyatul Auliya. Asy-Asyaikh Al-Albani t menshahihkannya dlm Shahihul Jami’ Ash-Shaghir no. 1744)
Dalam hadits yang lain, hadits qudsi:
وَلَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَحَيَّكُمْ وَمَيِّتَكُمْ وَرَطْبَكُمْ وَيَابِسَكُمُ اجْتَمَعُوا فِي صَعِيدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلَ كُلُّ إِنْسَانٍ مِنْكُمْ مَا بَلَغَتْ أُمْنِيَّتُهُ فَأَعْطَيْتُ كُلَّ سَائِلٍ مِنْكُمْ ما سَأَلَ ما نَقَصَ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِي إِلاَّ كَمَا لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ مَرَّ بِالْبَحْرِ فَغَمَسَ فِيْهِ إِبْرَهُ ثُمَّ رَفَعَهَا إِلَيْهِ، ذَلِكَ بِأَنِّيْ جَوَّادٌ مَاجِدٌ أَفْعَلُ ما أُرِيدُ، عَطَائِي كَلَامٌ وَعَذَابِي كَلَامٌ، إِنَّمَا أَمْرِي لِشَيْءٍ إِذَا أَرَدْتُهُ أَنْ أَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
Dan seandainya yang pertama di antara kalian (hamba-hamba-Ku) hingga yang akhir di antara kalian yang hidup & yang mati di antara kalian, yang basah maupun yang kering di antara kalian, berkumpul dlm satu hamparan. Lantas setiap orang di antara kalian meminta sesuatu hingga akhir yang dia angan-angankan, lalu Aku beri semuanya apa yang dia minta, maka itu tak akan mengurangi sebagianpun dari kerajaan-Ku kecuali seperti jika seseorang di antara kalian melewati sebuah lautan lalu mencelupkan jarumnya ke dalamnya lalu mengangkatnya lagi. Hal itu karena Aku adalah Jawwad (Maha Dermawan) Maha Mulia. Aku berbuat semauku, pemberian-Ku adalah ucapan (tinggal mengucap) & azab-Ku adalah ucapan (tinggal mengucap). Sesungguhnya perintah-Ku terhadap sesuatu adalah bila Aku menghendakinya tinggal mengatakan kepadanya: ‘Jadilah’ maka akan terjadi.” (Shahih, HR. At-Tirmidzi dari sahabat Abu Dzar z, Kitab Shifatul Qiyamah bab 48 no. hadits 2495, lihat takhrijnya dlm kitab Al-Mathlabul Asna min Asma`illahil Husna hal. 50 karya Isham Al-Murri)
Ibnul Qayyim t mengatakan:
Dialah Yang Maha Dermawan,
meliputi seluruh alam dgn keutamaan & kebaikan-Nya
Dialah Yang Maha Dermawan,
tidak akan menelantarkan siapa yang memohon-Nya sekalipun dari umat yang kafir
Asy-Syaikh Muhammad Khalil Harras t menerangkan:
“Al-Jawwad adalah Yang memiliki sifat kedermawanan yang tinggi, yaitu memiliki kebaikan & keutamaan yang banyak. Kedermawanan Allah SWT itu ada dua macam:
1. Kedermawanan yang mutlak, mencakup seluruh makhluk. Tidak ada sesuatupun dari makhluk melainkan memperolehnya. Semuanya telah Allah SWT beri karunia & kebaikan dari-Nya.
2. Kedermawanan yang khusus utk mereka yang memohon kepada Allah l, baik mereka meminta secara terus terang dgn ucapan atau dgn kondisi mereka yang mengharapkan kebaikan-Nya, baik yang meminta tersebut seorang mukmin atau seorang kafir, seorang yang baik ataupun yang jahat. Maka barangsiapa yang meminta kepada Allah SWT dgn sungguh-sungguh dlm meminta-Nya, benar-benar mengharap karunia-Nya, dgn merasa hina & butuh di hadapan-Nya, niscaya Allah SWT akan berikan apa yang ia pinta & Allah SWT akan sampaikan apa yang dia cari. Karena Dia Maha banyak kebaikan-Nya & Maha Kasih Sayang…” (Syarh Nuniyyah, 2/95-96)
Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di t menjelaskan:
“Al-Jawwad yakni bahwa Allah SWT adalah Yang Maha Dermawan secara mutlak. Kedermawanan-Nya meliputi seluruh makhluk-Nya. Allah SWT penuhi alam dgn keutamaan & kedermawanan-Nya serta nikmat-Nya yang beraneka ragam. Allah SWT juga memberikan kedermawanan-Nya yang lebih khusus kepada orang-orang yang memohon kepada-Nya baik secara langsung dgn kata-kata ataupun (secara tak langsung) dgn keadaannya. Baik dia seorang yang baik, yang jahat, muslim maupun kafir sekalipun. Maka barangsiapa yang memohon kepada Allah l, Ia akan memberikan apa yang dia mohon, menyampaikan apa yang dia pinta, karena Ia Maha Pemurah & Maha Pengasih….” (Taisir Al-Karimirrahman, pada penjelasan surat An-Nahl: 53)
Di antara kedermawanan-Nya yang luas adalah apa yang Allah SWT sediakan utk para wali-Nya di negeri kenikmatan. Sesuatu yang tak pernah terlihat oleh mata, tak pernah terdengar oleh telinga, & tak pernah terbayangkan oleh pikiran manusia. Dan Yang Maha Dermawan adalah yang meratakan kedermawanan-Nya kepada seluruh penduduk langit & bumi. Tidak ada pada seorang hambapun dari suatu nikmat melainkan dari-Nya. Dialah yang bila kecelakaan menimpa manusia, kepada-Nyalah mereka kembali, kepada-Nya mereka berdoa. Tidak satu makhlukpun lepas dari kebaikan-Nya walau sekejap mata. Akan tetapi hamba-hamba-Nya berbeda dlm memperoleh kedermawanan-Nya, seukuran dgn apa yang Allah SWT karuniakan kepada mereka berupa sebab-sebab yang mendatangkan kedermawanan & kemurahan-Nya. Dan yang terbesarnya adalah berupa kesempurnaan dlm beribadah kepada Allah SWT secara lahiriah & amal batin. Juga amal berupa ucapan, perbuatan, & amal dgn harta benda, serta utk mewujudkannya adalah dgn mengikuti Nabi Muhammad n dlm berbuat atau diam. (Tafsir Asma`illah Al-Husna)
Buah Mengimani Nama Allah Al-Jawwad
Di antara buahnya adalah mengetahui keluasan karunia-Nya di dunia ini, di mana tak ada sesuatupun yang tak mendapatkan bagian dari karunia-Nya. Dengan mengimaninya kita mengetahui kewajiban kita utk senantiasa bersyukur kepada-Nya & memuji-Nya.

Sumber: www.asysyariah.com Majalah AsySyariah Edisi 044

Under Category Uncategorized