Akhlak Mulia

Memurnikan Aqidah, Menebarkan Sunnah, Menghindari Bid’ah

Home > Uncategorized > Al-Bari’ Nama Nama

Al-Bari’ Nama Nama

Al-Bari’
(ditulis oleh: Al-Ustadz Qomar, ZA)
 
 
Salah satu Al-Asma`ul Husna adalah Al-Bari` (البَارِئُ), seperti yang Allah SWT sebutkan:
“Dia-lah Allah Al-Khaliq (Yang Menciptakan), Al-Bari’, Al-Mushawwir (Yang Membentuk Rupa), Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik.” (Al-Hasyr: 24)
“Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: ‘Hai kaumku, sesungguhnya kalian telah menganiaya diri kalian sendiri karena kalian telah menjadikan anak lembu (sebagai sesembahan kalian), maka bertaubatlah kepada Bari` kalian & bunuhlah diri kalian. Hal itu adalah lebih baik bagi kalian di sisi Bari` kalian…’.” (Al-Baqarah: 54)
 
Makna Al-Bari`
Ibnu Qutaibah v mengatakan: “Di antara sifat Allah SWT adalah (Al-Bari`) & makna Al-Bari` adalah (Al-Khaliq): Pencipta. Dikatakan (dalam bahasa Arab):
Artinya ‘menciptakan makhluk’, & (البَرِيَّة) berarti ‘makhluk’.” (Tafsir Gharibul Qur`an hal. 15, dinukil dari Shifatullah ‘Azza Wa Jalla Al-Waridah Fil Kitabi Was-Sunnah hal. 61-62)
Ibnul Atsir v mengatakan: “Al-Bari` artinya yang menciptakan makhluk tanpa meniru. Akan tetapi lafadz ini lebih memiliki kekhususan pada (penciptaan) makhluk-makhluk hidup, tak pada makhluk-makhluk yang lain. Lafadz ini jarang sekali dipakai pada (penciptaan) selain makhluk hidup. Sehingga diungkapkan dlm bahasa Arab:
يَبْرَأُ اللهُ النَسَمَةَ
‘Allah menciptakan makhluk hidup.’ (dengan menggunakan kata bara`a, pent.). Dan:
خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ
‘Allah menciptakan langit & bumi.’ (dengan menggunakan kata khalaqa, pent.).” (Jami’ul Ushul, 4/177, dinukil dari Shifatullah ‘Azza Wa Jalla Al-Waridah Fil Kitabi Was-Sunnah hal. 61-62)
Demikian pula yang dikatakan dlm Lisanul ‘Arab.
Jadi di sinilah salah satu perbedaan makna antara nama Allah Al-Khaliq & Al-Bari`.
Abu Hilal Al-‘Askari v mengatakan: “(Kata) (بَرَأَ اللهُ الْخَلْقَ) artinya ‘Allah SWT membeda-bedakan bentuk mereka’.” (Al-Furuq Al-Lughawiyyah hal. 227)
Ibnu Katsir v ketika menjelaskan ayat ke-24 surat Al-Hasyr berkata: “Al-Khalqu (yang darinya diambil kata Al-Khaliq, pent.) artinya menetapkan. Dan Al-Bar`u (yang darinya diambil kata Al-Bari`, pent.) artinya Al-Faryu, yaitu melaksanakan & memunculkan atau mengadakan apa yang Dia tetapkan menuju ke alam nyata. Dan tak semua yang bisa menetapkan sesuatu & mengaturnya mampu utk melaksanakan dan mewujudkannya, selain Allah l. Seorang penyair memuji orang lain:
وَلَأَنْتَ تَفْرِي مَا خَلَقْتَ
وَبَعْضُ الْقَوْمِ يَخْلُقُ ثُمَّ لاَ يَفْرِي
Sungguh dirimu mewujudkan apa yang kamu tetapkan
sementara sebagian kaum menetapkan lalu tak bisa mewujudkan
Yakni engkau mewujudkan & mengadakan apa yang engkau tetapkan, berbeda dgn selainmu, yang tak mampu melaksanakan apa yang diinginkan. Sehingga, makna Al-Khalq adalah menetapkan, sedangkan makna Al-Faryu (Al-Bar`u) adalah melaksanakannya.” (Tafsir Al-Qur`anul ‘Azhim, 4/367. Lihat juga Tafsir Al-Qurthubi, 18/48)
 
Kesimpulan
Dari nukilan penjelasan para ulama di atas dapat disimpulkan bahwa makna Al-Bari` adalah Yang menciptakan tanpa meniru, & mewujudkan ke alam nyata apa yang Allah SWT tetapkan –sebagaimana penjelasan Ibnu Katsir v– serta membedakan antara satu makhluk dgn yang lain –sebagaimana penjelasan Abu Hilal Al-‘Askari v–. Dan kata Al-Bari` lebih akrab dgn penciptaan makhluk hidup, –sebagaimana penjelasan Ibnul Atsir v–.
 
Buah Mengimani Nama Allah Al-Bari`
Dengan mengimani nama tersebut serta mengetahui maknanya, kita semakin menyadari kekuasaan Allah Yang Maha Hebat, serta mengetahui bagaimana luasnya ilmu Allah SWT & kemampuan-Nya. Di mana tak mungkin ada yang melakukan itu semua kecuali Dzat yang Maha Berilmu & Maha Mampu. Ini semua mestinya membuat kita semakin tunduk kepada-Nya & semakin patuh. Sebagaimana juga mestinya membuat kita semakin bersyukur kepada-Nya karena kita semua –dengan bentuk ciptaan yang bagus & indah ini– adalah buah dari nama Allah SWT tersebut.
Wallahu a’lam.

Sumber: www.asysyariah.com Majalah AsySyariah Edisi 035

Under Category Uncategorized